Posted by : Unknown
Tuesday, August 30, 2016
DASAR TEORI
A. Pengertian
Pencemaran Air
Air murni di alam memiliki ciri-ciri bening (tidak berwarna), tidak terasa, tidak berbau, dan tidak mengandung bahan kimia lain. Namun, saat ini air alam sudah tidak murni lagi. Air hujan mengandung O2, CO2, NH3, SO4, debu, dan spora jamur. Demikian juga air dari sumber air (mata air) mengandung Na, Mg, Ca, Fe, bakteri dan jamur.
Pada umumnya, ukuran baik buruknya air didasarkan pada faktor berikut.
a. Suhu Air. Kegiatan industri atau kegiatan lainnya yang memerlukan pendinginan mesin, umumnya didinginkan dengan menggunakan air. Bila tidak ada proses pendinginan sebelumnya. Air sisa yang panas dibuang sebagai limbah dan dapat mencemari lingkuan perairan.
b. Keasaman (pH) Air. Air yang mempunyai pH antara 6,7 - 8,6 mendukung populasi hewan dan tumbuhan dalam air. Setiap mahluk hidup membutuhkan pH air yang berbeda-beda. Perubahan pH air tersebut, dapat mengganggu kehidupan mahluk hidup. Oleh sebab itu, pembuangan limbah ke perairan dapat mengubah pH air dan mengakibatkan gangguan pada mahluk hidup, dapat dikatakan dapat mencemari perairan tersebut.
c. Warna, Bau, dan Rasa. Pembuangan limbah ke perairan dapat mengubah warna, bau, dan rasa. Bahan buangan tersebut dapat larut dalam air menjadi koloid atau mengendap. Bahan yang dapat larut, sulit untuk dipisahkan kembali. Bahan yang menjadi koloid, wujudnya melayang-layang dalam air sehingga masih dapat disaring menggunakan saringan halus dan yang mengendap dapat dipisahkan.
d. Jasad Renik. Air dapat dicemari oleh jasad renik yang dapat menggannggu kesehatan. Penularan dapat juga melalui air. Pembuangan tinja orang sakit ke sungai atau danau dapat mencemari air. Bila air tersebut digunakan orang lain tanpa diolah dengan baik terlebih dahulu, maka orang tersebut dapat juga tertular penyakit. Perairan yang subur menyebabkan tanaman air tumbuh dengan subur dan tumbuh hingga jumlahnya tak terkira, sehingga air menjadi kekurangan oksigen dan ikan sulit bernafas, dan bila ikan itu mati, akan menyebabkan pembusukan dan dihinggapi virus dan bakteri.
e. Bahan-Bahan Kimia. Adanya bahan-bahan kimia, seperti minyak, herbisida, dan insektisida dapat mencemari air. Penggunaan obat-obatan untuk memberantas hama dan penyakit tanaman pertanian juga dapat mencemari perairan. Demikian industri besar, rumah sakit, laboratorium semuanya dapat mencemari air, begitu limbahnya di buang begitu saja kealam tanpa diolah terlebih dahulu.
3
Dampak pencemaran air antara lain :
a. Punahnya organisme dalam ekosistem air
b. Ikan atau hewan air yang tercemar dapat meracuni orang yang memakannya. misalnya : akibat penyemprotan tanaman dengan insektisida DDT (dikloro-difenil-trikloroetana), air sungai tercemar. DDT masuk ke tubuh alga. Karena ikan memakan alga, maka DDT masuk ke ikan kecil. Selanjutnya ikan kecil dimakan ikan besar. Orang yang memakan ikan besar tercemar DDT, dapat keracunan atau bahkan terancam jiwanya. Jadi, bahan pencemar berjalan mengikuti rantai makanan. konsentrasi bahan pencemar (polutan) akan semakin tinggi. Konsentrasinya diperairan biasanya rendah. Konsentrasi itu meningkat pada alga, semakin meningkat pada konsumen I, dan terus meningkat pada konsumen berikutnya. Hal ini biasa disebut pemekatan hayati.
Bahan-bahan yang dapat menyebabkan pencemaran air adalah :
a. Deterjen c. Insektisida e. Sisa-sisa bahan organik (urin, kotoran)
b. Minyak d. Pupuk f. Sampah
Ukuran baik buruknya air tergantung pada
Cara Biologi : tidak mengandung mikroorganisme berbahaya
Cara Fisika : tidak berwarna, tidak berbau dan tidak terasa
Cara Kimia : tidak mengandung zat-zat beracun
Cara penanggulan pencemaran air:
a. Tidak membuang sampah dan limbah cair sembarangan.
b. Tidak membuang sisa obat dan insektisida ke selokan atau sungai.
c. Seharusnya industri dan pemukiman tidak langsung membuang sampah ke sungai melainkan dimasukkan terlebih dahulu ke kolam pengolah limbah agar tidak membahayakan ekosistem air.
B. Macam-macam
Sumber Pencemaran Air
Macam-macam sumber air yang
berpolusi, antara lain:
§
Limbah industri
§
Pertanian
§
Rumah rangga
Ada beberapa tipe polutan yang
mana dapat merusak perairan, yaitu:
§
Mengandung bibit penyakit
§
Butuh banyak O2 (Oksigen) untuk penguraiannya
(sehingga kekurangan O2 saat proses penguraian)
§
Bahan-bahan kimia organik dari
industri
§
Limbah pupuk pertanian
§
Bahan-bahan yang tidak sedimen
(endapan)
§
Bahan-bahan yang mengandung
radioaktif dan panas
Sumber
pencemaran air antara lain sampah masyarakat, limbah industri, limbah pertanian
dan limah rumah tangga. Ada beberapa tipe polutan yang dapat merusak perairan
yaitu; bahan- bahan yang mengandung bibit penyakit, bahan- bahan yang banyak
membutuhakan oksigen untuk penguraiannya, bahan- bhan kimia organic dari
industri atau limbah pupuk pertanian, bahan- bahan yang tidak sediment, bahan-
bahan yang mengandung radioaktif dan panas.
Pembuangan
sampah dapat mengakibatkan kadar O2 terlarut dalam air semakin berkurang karena
sebagian besar dipergunakan oleh bakteri pembusuk. Pembuangan sampah organic
maupun anorganik yang dibuang kesungai terus- menerus, selain menemari air,
terutama di musim hujan akan mengakibatkan banjir.
Air
adalah unsur alam yang penting bagi mahluk hidup dengan sifat mengalir dan
meresap. Apabila jalur aliran- alirannya tersumbat akan mengakibatkan banjir.
Polusi air terjadi karena kurangnya rasa disiplian masyarakat, misalnya dalam
kebersihan lingkungan dan membuang sampah sembarangan.
Musibah
banjir terbagi menjadi dua macam yaitu banjir banding ( besar) dan banjir
genangan.
o
Banjir banding terjadi akibat
air meluap dari jaur- jalur aliran (sungai) dengan volume air yang besar.
o
Banjir genangan terjadi tergenangnya
air hujan disuatu daerah yang saluran air dan daya seraonya terbatas.
C.
Ciri-ciri Air Tercemar Polusi
Ciri-ciri air yang mengalami
polusi/tercemar sangat bervariasi karena tergantung dengan jenis air dan
polutan yang terkandung didalamnya. Namun ciri yang paling mudah diketahui
adalah:
Ø
Berbau
Ø
Berwarna
Ø
Beracun
Ø
Berasa
D.
Sifat-sifat Pencemaran Air
Untuk mengetahui terpolusinya
air dapat diamati dengan terjadinya perubahan-perubahan antara lain :
1.
Nilai pH, keasaman dan
alkalinitas pH normal air adalah 6-8 pH. Bila terlalu rendah, maka dapat
menyebabkan korosif.
2.
Suhu
Apabila suhu terlalu rendah, maka air akan terasa sejuk bahkan dingin hingga sedingin es. Begitu pula sebaliknya. Akan tetapi, air biasa selalu memiliki suhu pas di ukuran 0ocelcius.
Apabila suhu terlalu rendah, maka air akan terasa sejuk bahkan dingin hingga sedingin es. Begitu pula sebaliknya. Akan tetapi, air biasa selalu memiliki suhu pas di ukuran 0ocelcius.
3.
Warna, bau dan rasa
§
Warna
Air yang terpolusi biasanya berbeda dengan warna normalnya (jernih dan bening).
Air yang terpolusi biasanya berbeda dengan warna normalnya (jernih dan bening).
§
Bau
Biasanya tergantung pada sumber air, dapat disebabkan oleh bahan kimia, tumbuhan dan hewan air baik yang hidup maupun mati (seperti bau amis dan busuk).
Biasanya tergantung pada sumber air, dapat disebabkan oleh bahan kimia, tumbuhan dan hewan air baik yang hidup maupun mati (seperti bau amis dan busuk).
§
Rasa
Air normal tidak mempunyai rasa, kecuali rasa asin pada air laut.
Air normal tidak mempunyai rasa, kecuali rasa asin pada air laut.
4.
Jumlah kandungan oksigen dalam
air.
5.
Pencemaran mikroorganisme pathogen.
6.
Kandungan minyak.
7.
Kandungan logam berat.
8.
Kandungan bahan radio aktif.
PEMBAHASAN
A. Bahaya
Pencemaran Air
Bibit-
bibit penyakit berbagai zat yang bersifat racun dan bahan radioaktif dapat
merugikan manusia. Berbagai polutan memerlukan O2 untuk penguraiannya. Jika O2
kurang, penguraiannya tidak sempurna dan menyebabkan air berubah warnanya dan
berbau busuk. Bahan atau logam yang berbahaya seperti arsenat, uradium, krom,
timah, air raksa, benzon, tetraklorida, karbon dan lain- lain dapat merusak
organ tubuh manusia atau dapatmenyebabkan kanker. Sejumlah besar limbah dari
sungai akan masuk ke laut.
Polutan
ini dapat merusak kehidupan air sekitar muara sungai dan sebagian kecil laut
muara. Bahan- bahan yang berbahaya masuk ke laut atau samudera mempunyai akibat
jangka panjang yang belum diketahui. Banyak jenis kerang- kerangan yang
mungin mengandung zat- zat yang berbahaya untuk dimakan. Laut dapat pula
tercemar oleh yang asalnya mungkin dari pemukiman, pabrik, melalui sungai, atau
dari kapal tanker yang rusak. Minyak dapat mematikan burung dan hewan laut
lainnya, sebagai contoh efek keracunan dapat dilihat di Jepang. Merkuri yang
dibuang oleh sebuah industri ke teluk minamata terakumulasi di jaringan tubuh
ikan dan masyarakat yang mengkonsumsinya menderita cacat dan meninggal.
Banyak
akibat yang ditimbulkan oleh polusi air, diantaranya:
- Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen
- Terjadinya ledakan ganggang dan tumbuhan air
- Pendangkalan dasar perairan
- Tersumbatnya penyaring reservoir, dan menyebabkan perubahan ekologi
- Dalam jangka panjang mengakibatkan kanker dan kelahiran cacat
- Akibat penggunaan pestisida yang berlebihan selain membunuh hama dan penyakit, juga membunuh serangga dan makhluk yang berguna terutama predator
- Kematian biota kuno, seperti plankton, ikan bahkan burung
- Dapat mengakibatkan mutasi sel kanker dan leukemia
B.
Usaha-usaha untuk Mencegah dan Mengatasi Pencemaran Air
Pengenceran
dan penguraian polutan air tanah sulit sekali karena airnya tidak mengalir dan
tidak mengandung bakteri pengurai yang aerob, jadi air tanah yang tercemar akan
tetap tercemar dalam waktu yang lama, walau tidak ada bahan pencemaran yang
masuk. Oleh karena itu banyak usaha untuk menjaga agar tanah tetap bersih,
misalnya:
- Menempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah pemukiman atau perumahan
- Pembuangan limbah industri diatur sehinga tidak mencemari lingkungan atau ekosistem
- Pengawasan terhadap penggunaan jenis- jenis pestisida dan zat – zat kimia lain yang dapat menimbulkan pencemaran
- Memperluas gerakan penghijauan
- Tindakan tegas terhadap perilaku pencemaran lingkungan
- Memberikan kesadaran terhadap masyarakat tentang arti lingkungan hidup sehingga manusia lebih mencintai lingkungannya
- Melakukan intensifikasi pertanian
Adapun
cara lain untuk mengatasi polusi air atau yang dikenal dengan sebutan banjir.
Banjir ada dua macam yaitu banjir banding dan banjir genangan.
- Banjir banding dapat diatasi secar meluas dengan didukung berbagai disiplin ilmu
- Banjir genangan dapat diatasi dengan memebersihakan air dari penyumbatan yang mengakibatkan air meluap
Banyak
orang mengatakan “ lebih baik mencegah dari pada mengatasi”, hal ini berlaku
pula pada banjir genangan. Ada beberapa langkah- langkah yang dilakukan untuk
mencegak banjir genangan yaitu:
- Dalam perencanaan jalan- jalan lingkungan baik program pemerintah maupun swadaya masyarakat sebaiknya memilih material bahan yang menyerap air misalnya penggunaan bahan dari pavling blok ( blok- blok adukan beton yang disusun denagn rongga- rongga resapan air disela- selanya. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah penataan saluran lingkungan, pembuatannyapun harus bersamaan dengan pembuatan jalan tersebut
- Apabila di halaman pekarangan- pekarangan rumah kita masih terdapat ruang- ruang terbuka, buatlah sumur- sumur resapan air hujan sebanyak- banyaknya. Fungsi sumur resapan air ini untuk mempercepat air meresapke dalam tanah. Dengan membuat sumur resapan air tersebut, sebenarnya kita dapat memperoleh manfaat seperti berikut:
Ø Persediaan air bersih dalam tanah disekitar rumah kita cukup baik
dan banyak
Ø Tanah bekas galian sumur dapat dipergunakan untuk menimbun lahan-
lahan yang rendah atau meninggikan lantai rumah
Ø Apabila air hujan tidak tertampung oleh selokan- selokan rumah,
dapat dialirkan ke sumur- sumur resapan. Jangan membuang sampah atau
mengeluarkan air limbah rumah tangga (air bekas mandi, cucian dan sebagainya)
ke dalam sumur resapan karena bias mencemari kandungan air tanah
Ø Apabila air banjir masuk ke rumah menapai ketinggian 20- 50 cm,
satu- satunya jalan adalah meninggikan lantai rumah kita di atas ambang
permukaan air banjir.
Ø Cara lain adalah membuat tanggul di depan pintu masuk rumah kita.
Cara ini sudah umum dilakukan orang, hanya saja teknisnya sering kurang
terencana secara mendetail.
C. Penyebab
Timbulnya Pencemaran Air
Pencemaran air dapat disebabkan
oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
§
Sampah organik seperti air
comberan menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya
yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap
seluruh ekosistem.
§
Industri membuang berbagai
macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksin organik,
minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama
yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen
dalam air.
§
Seperti limbah pabrik yg
mengalir ke sungai seperti di sungai citarum.
D. Akibat Pencemaran Air
Akibat yang ditimbulkan oleh
polusi air, antara lain:
1.
Terganggunya kehidupan
organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen (O2)
2.
Terjadinya ledakan ganggang dan
tumbuhan air.
3.
Pendangkalan dasar perairan
4.
Dalam jangka panjang adalah
kanker dan kelahiran cacat
5.
Akibat penggunaan pastisida
yang berlebihan sesuai selain membunuh hama dan penyakit, juga membunuh
serangga dan maskhluk berguna terutama predator
6.
Kematian biota kuno, seperti:
plankton dan lainnya bahkan burung
7.
Mutasi sel, kanker, dan
leukemia
Akibat dari timbulnya air yang
tercemar menurut situs wikipedia, antara lain:
§
Dapat menyebabkan banjir
§
Erosi
§
Kekurangan sumber air
§
Dapat membuat sumber penyakit
§
Tanah longsor
§
Dapat merusak ekosistem sungai
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan
pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa:
v
Polusi adalah peristiwa
masuknya zat, energi, unsur atau komponen- komponen lain ke dalam lingkungan
akibat aktivitas manusia ataupun prose alami
v
Segala sesuatu yang menyebabkan
polusi disebut poutan
v
Polusi air adalah
pristiwa masuknya zat, energi, unsur atau komponen- komponen lain ke dalam air
sehingga kualitas air terggangu
v
Sumber polusi air antara lain
limbah rumah tangga, sampah masyarakat, limbah pertanian, limbah industri dan
sebagianya
v
Akibat yang ditimbulkan dari
polusi air adalah banjir, merusak system organ manusia,menimbulkan berbagai
bibit penyakit, kanker, kelahiran bayi cacat dan lain- lain
B. Saran
Saran yang penulis
sampaikan adalah sebagai berikut:
v
Sebaiknya kita harus berhati-
hati dalam menggunakan air karena air itu ada yang terpolusi dan ada yang tidak
v
Jagalah air di lingkungan rumah
dan sekitar agar tetap bersih dan terhindar dari pencemaran air
v
Jangan membuang sampah ke
sungai atau kolam, buanglah sampah pada tempatnya agar tidak terjadi pencemaran
air